Tampilkan postingan dengan label writing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label writing. Tampilkan semua postingan

Minggu, Maret 10

notes

apa kabar kamu alien...?
malam tadi ada sulurmu di atap kasur. dialog kasat dan perjumpaan semu yang terlantar ketika pagi datang menerbangkanmu menuju piring-piring waktu yang terlalu getas untuk sekedar kusimpan.

selamat menjaring kupu-kupu meski tak lagi di kepalaku. 
ketahuilah bahwa aku satu-satunya sang putri tidur yng berasal dari angkasamu
kulitku berwarna biru, membiru sempurna tersebab jarak dan mimpi tak serupa

jika saja kau tahu bahwa menemukanmu di antara redup malam dan larut dingin, 
ternyata meretaskan jutaan bintang yang berdegup tak beraturan 
di mana ilusi planet rindu mendadak terjelma ketika radar milikku dan kau luruh menyatu 

ahh...ini hanya luapan perkara rancu tentang kontradiksi masa
kau dan aku pada poros sama terus berputar saling menemukan untuk perpisahan
bumi tersenyum kecut ketika berkaca pada kesedihan yang terlalu indah untuk kusebut sebagai pahit. 

kita tanpa takdir: selalu terpecah, hanya sekedar melengkapi tanpa saling memiliki.

 





Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Sabtu, Maret 9

Notes yang terlupa

Kepada ; Rae Wangi Mulyani

Kini tak ada lagi tempat bagi percakapan dan semua bualan yang tersaji ketika fajar merengek untuk menjemput sang terik, atau ketika senja membelai tubuh menuju gelap yang memerdekakan kita dari segala duri penat dan pusara hiruk pikuk
Tadi pagi yang teramat pagi sekali, diam-diam mereka pergi membawa suka tentang cita juga kotak-kotak besar yang berisi perasaan-perasaan milik kamu dan aku. mereka hanya meninggalkan sebuah bungkusan pilu berisi kejujuran kaku yang mengintimidasi dada bagian kiri dengan kepatahan dan kepedihan yang panjang dan curam.
Kemudian apa yang hendak kau redamkan ketika kesunyian begitu purna dan aku melayang sekarat  pelan-pelan mati suri bersama ribuan sajak yang tak lengkap dengan bait-bait sakti milikmu. 
Maka biarkanlah kotak-kotak itu melapuk dengan kelelapan mimpi yang akan aku besarkan dengan baik dan rapi setelah ini meski tanpamu ataupun sang percakapan. 
Meski harus habis warna, meski suara pergi dan kata-kata lenyap. biarkan segala ini melebur pada sepi dan bisu. dan aku akan tetap mencintaimu. 
Ini kepatahan terparah ketika kau hilang sayang, dan suatu hari jika bekal dan giliranku telah tersedia, jemput sukmaku untuk melengkapi sajak percakapan.



5 januari 2013
:kau terbaring dengan wajah pasimu yang ayu dan aku memeluk sekaligus menciumimu untuk yang terakhir kali. 
kau tahu kak.. sejujurnya aku marah saat itu, kenapa kesalingan tak menyertai dan kau harus menyaksikan aku menangisimu...sebenarnya aku benci. tapi aku bisa apa?? 
aku pasrah.



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Minggu, Oktober 7

Duapuluh Oktober

Surat dan sweater biru tua

sore ini aroma parfum basah terhidu ketika tempias hujan mampir di kaca jendela tua.
musim ini datang lagi mencipta jarak dalam belokan tajam, kau memaku payung di tubuh, di halaman aku menyiapkan tempayan besar siap menampungnya, lalu kamar kita menjamur sajak rindu yang rimbun yang hijau. di tempat yang jauh aku berusaha menemuimu dengan pesan instan yang sudah lebih dulu menghilangkan sinyalnya, mungkin kau akan terlambat tahu bahwa aku menunggu kau cepat menjemput.

suara dan cahaya kilat menggambar sempurna ketakutan di wajah milikku, kau di sana meradang pada langit mengeluh tentang kecemasan yang tak berhenti ketika listrik mati suri dalam keadaan badai. 
aku menciumi kau melalui sweater biru tua yang tertinggal di sofa, dan menyembunyikan tubuh sepiku ke dalamnya. kau masih belum beranjak dari percakapan gamang karena oktober mendadak cepat sekali basah dan gelap sebelum kau memulai perayaan perasaan pada lipatan kedua puluhnya.

kopi muram dalam cangkir hitam, hampir dingin ketika tulisan sendu tentang peri malam berserakan di kertas  putih yang ku simpan di saku sweater biru tua milikmu, dan kau membayangkan dua pasang mentari mengeringkan tanah basah oktober sambil tersenyum lucu. 
pastinya kita sama merasa kedinginan kali ini, lalu diam-diam kita mencari sisa-sisa pelukan di helaan nafas pelan-pelan hingga memori tentang jingga sang senja merasuki syaraf otak secara perlahan. 
kemudian menjelma hangat yang purna, lalu dengan mudah kita saling siap meletakan ucapan selamat lelap hanya pada langit-langit kamar tanpa kecupan atau usapan punggung.

:) 






Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Selasa, Oktober 2

Duapuluh Oktober

Dan bagaimanapun juga, sebenarnya di sini kita hanya bertukar posisi dalam perjalanan persinggahan termasuk seperti kamu, saya, dia, dan mereka . 

Bergiliran menapaki sebuah fase yang sama dalam dunia ini, hanya saja berbeda cara. 

Kesedihan itu selalu sementara dan kebahagiaan pun hanya semata. 

Tak pernah ada yang saya simpan dalam lipatan kata ini. 

Ini hanya menyadarkan saya dari tidur panjang dari kebekuan dada. 

Menerima kamu dalam hal ini adalah hal terbaik dalam hidup saya, karena akhirnya saya paham mereka masing-masing pun akan menerimakan hal yang terbaik sesuai fase dan cara yang pasti berbeda. 

Intinya adalah sekarang saya tidak perlu merasa khawatir tersakiti dan menyakiti apapun kondisinya.

Dan akhirnya.. saya bisa berkata pada diri sendiri,
"Selamat membebaskan hati untuk meyakini pilihan hidup dan setengahmu". 



 



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Selasa, September 25

Ocehan sekedar

Bahkan dengan begitu mudahnya ku temukan wajahmu di lingkaran ini. 
Seperti pada puntung rokok yang menyala atau tumpukan abu dalam asbak cekung, pada semangkok mie hapkie dan sepasang sumpit kayu, pada secangkir nescafe classic panas atau pada gantungan kunci berbentuk Tuk. 
Terlalu mudah untuk melepaskan ingatan tentang perasaan yang terlambat, tentang waktu yang memilih lambat untuk melesatkan kejujuran pada kedua pasang mata yang telah memiliki rumah masing-masing. 
Tangis terlalu luka untuk kita pelihara bukankah kita telah terpilih sebagai dunia, sebagai sesuatu yang kita maknai dalam perasaan yang membangun rasanya sendiri. 
Meskipun waktu mempertemukan kita pada jalan buntu, dan kita memutuskan memilih dengan rela dengan logika yang terbuka untuk kembali pulang. 
Dan kembali dengan mudah mengisi ingatan tentang kenangan yang paling sulit untuk kita saling lepaskan.



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Ocehan sekedar

Tak ada lagi tempat untuk sang percakapan, untuk sekedar bualan logika atau isyarat dada yang mungkin tertelan bulat-bulat atau sedikit demi sedikit, yang biasa hadir ketika fajar merengek menjemput sang terik, ketika senja membelai tubuh menuju malam dalam memerdekakan kita dari tancapan segala duri penat dan pusara arus hiruk pikuk waktu.
Tadi... pada pagi yang begitu pagi, mereka diam-diam pergi membawa lusinan suka tentang cita, juga sebuah kotak besar yang berisi perasaan-perasaan milik kamu, milik aku.
Mereka meninggalkan entah sengaja menanggalkan selembar kejujuran yang terlalu kaku untuk terbungkus pilu yang dengan segera mengintimdasi dada bagian kiri, dengan kepedihannya dengan kepatahannya yang panjang yang curam dan dalam.
Apalagi yang hendak kita redam setelahnya, ketika kesunyian begitu purna dan aku melayang lengang kemudian mati pelan-pelan dalam kesurian bersama ribuan puisi dan jejak yang tak lagi engkau lengkapi dengan bait-bait sakti.
Maka biarkanlah kotak besar dalam genggaman mereka melapuk dengan kelelapan mimpi yang setelah ini akan kuciptakan dengan baik dan rapi meski dengan tanpamu ataupun sang percakapan. 
Meski habis warna, meski harus pergi suara atau kata-kata, meski mati kita dalam istirah bisu.. yang sepi.. yang paling.. dalam  kenyalangan.. panjang.




Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Sabtu, September 22

Ocehan sekedar


Mengopi

Ijinkan saya diam di sana menghitam dan menari dengan kepahitan.

Menerima ruah yang melestarikan mimpi hanya mengembang sebentar lalu hilang.

Biarkan saya mati tersenyum dengan meneguk ribuan cafein yang mengkristal di lipatan usus saya yang entah dan berulang-ulang tanpa bosan.

Dan menemuinya melarut denganya dalam pelukan dan gengaman miliknya, adalah list terfavorit dan terlalu rajin saya catatkan pada notes waktu yang beraroma entah dan pahit ini.

Ki.



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Ocehan sekedar

Maka menyiksa adalah menghujani bulan merah dengan amarah dan resah perlahan tapi tajam dan dalam. Warna hijau telah mati mampat karena klorofil pecah sebagai darah dan saya memuntahkannya dengan airmata. Mari mengutuk dada, menunjuk mereka sebagai sampah kotor dalam dusta yang nista dalam porak poranda nasib tercela yang menganga. Dan tolong bunuh sajak saya dalam keadaan sekarat dalam wajah meronta karena kehilangan otak dan bijak.

Ki.



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Ocehan sekedar

Yang saya tahu ini bukan lagi kepulangan seperti yang kau katakan dengan lirih selirih asap rokok yang melipir lewat wajahmu yang samar saya lihat, sebab lampu 5watt ini tak cukup menerangi beranda rumah yang terlalu tua dan gelap. Katamu saya masih terlalu getas dan rewel jika harus menyimpan kupu-kupu milikmu, bisa-bisa malah tanpa sengaja membunuhnya dalam waktu yang tak bisa saya anggap sebagai sementara, yang tak bisa saya protes harus berhenti di mana untuk melepasnya, agar dapat membantu tubuh saya menemukanmu. 
Pulang kali ini saya terlalu lelah untuk sekedar membuka pintu yang terkunci, untuk sekedar menyalakan lampu pada tiap-tiap ruangan, lalu saya harus repot memaksa pergi sang kerinduan yang dengan mudah muncul di setiap udara yang berada di rumah yang katanya rumah kita, tapi hanya saya saja yang pulang tapi tidak dengan kau. Inikah yang kau sebut dengan kepulangan ? yang menerimakan kesedihan tinggal dalam sela-sela rongga dada ? dan mengikat airmata dengan pejam yang tak pernah leram dalam nyenyak ? jika ini yang kau maksud saya akan lebih memilih meracuni otakmu agar kau lumpuh agar kau merasakan apa yang saya hadapi adalah tragis yang luar biasa baik. 
Kau yang senja kau yang gelap kau yang segalanya memberikan cahaya kau sang kupu-kupu yang hanya saya genggam dalam lingkaran nanar yang tak pernah sanggup mengandeng tangan saya untuk pulang bersama untuk berbagi peluk atau ciuman ketika dengung sepi bermalam di kamar hijau pupus yang pernah kau katakan bahwa itu warna yang telah memilikimu. 
Jendela kamar mengirimkan semacam pesan semacam kusam yang memuram ketika hendak saya baca, maka urung saya cukup melepaskan apa yang tak dapat lagi saya reka, menerima kepeduliaan dari kesedihan yang membalut tubuh dengan pilu di sana-sini sebab saya sebaiknya menyerah untuk menerima paham kepulangan yang kau ciptakan, meskipun saya paham saya tak akan pernah memahami,bahkan untuk sekedar menanggalkan ingatan yang dulu terlanjur besar dan tumbuh di ketiak dan bibirmu.

Ki..



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Selasa, Juli 31

notes

Dear... my July ♥

juli kini hanyalah semacam taman hiburan yang membebaskan tawa untuk terbang lepas tanpa batas tanpa pintas.

juli hanya semacam bangku kayu di pinggir jalan raya yang melintaskan hiruk pikuk waktu yang beranjak kusam dan lapuk.

juli telah berubah menjadi kolam biru yang mengumpulkan segala butiran air asin dalam serpihan nasib yang tak berjodoh dan ia menjadikan permukaannya sebagai cermin untukku.

juli hanya satu dari keajaiban yang ku genggam karena ia adalah awal mula yang menumbuhkanku, dan aku hanya tahu ia tak harus menjadi seperti apa yang ku impikan tersebab egois yang seringkali meleleh dan mengotori lantai beranda miliknya.

juli kini hanya serupa film yang ingin ku tonton dengan sekedar tanpa sebuah alasan ia salah satu dari sekian jumlah film yang termasuk dalam charts boxoffice.

juli hanyalah selembar kertas yang memuat setumpuk cerita, tak peduli menyimpan buruk atau nyaman aku hanya ingin mencintai tiap arti tulisan miliknya hanya dengan sederhana saja.

Published with Blogger-droid v2.0.6



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

notes

dear angin ....

rasanya tampak begitu purba untuk kembali menyisipkanmu di sepenggal nostalgia yang kunikmati dengan secangkir kopi dan jendela berbingkai kayu jati yang mengukirkan rindu yang koyak dan sesak.

bulan separo mengekalkan keremangan sebuah bayangan dan hilir mudik bisikmu menelanjangi satu persatu tanya yang lahir menggebu dari sebilah hati yang tumbuh oleh kepatahan. abaikan saja desir ini, aku tak memintamu untuk duduk di sampingku sepanjang malam ini, aku tak menginginkan belai kepayahan yang semakin meresahkan kedua biji bola mata untuk segera menghempaskan butiran bening di tubuh pipi mulus milikku.

ahhh sepertinya aku masih mengidap getas kronis yang tak memiliki penawar dan kau adalah racun paling laknat bertopeng halus yang tak mampu kuenyahkan hanya dengan kehangatan rumah atau sajak yang tak kau lengkapi.

Published with Blogger-droid v2.0.6



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Rabu, Juni 27

notes

dan saya yang menghirup nafas hampir selama 25tahun ini, tentu akan yakin merasa kesulitan jika saya harus memulai kebiasaan baru, saya sudah tumbuh berkembang dari jauh-jauh masa dari masa lalu, merasakan perbedaan yang entah tercipta sengaja atau tidak tersengaja oleh sebuah kondisi dan waktu. dan jika ini terkadang terbaca sebagai kesalahan oleh mata saya yang minus 2. maka saya selalu berkata bahwa itu bukan salah para beliau, ini hanya salah diri saya sendiri yang terbentuk dengan kepala yang terlalu batu dan kemandirian mantap yang bisa membuat saya berdiri tanpa dekap sebuah pelukan bertahun-tahun tanpa merasa bahwa saya butuh hal tersebut. dan saya mungkin harus merasa cukup merasa akan hal tersebut seperti itu saja.
ya.. saya memang terlalu suka melipat pahit saya di almari pakaian  menyisipkannya di antara rapinya tumpukan, lalu menangis sesenggukan hingga merasa lega di tembok kamarmandi yang ramai dengan suara air yang turun dari kran, atau menulis dan terus menulis sajak murahan pada apa saja yang bisa saya tulisi; tentang gundah yang terlalu menusuk dada getas, murka dan kecewa yang terkurung di balik sayu mata, lelah yang menggerogoti semangat pada jiwa ketika cuaca tak benar-benar melesapkan panorama terbaiknya untuk saya. yahhh.. saya terlalu biasa dengan hal tersebut..dan tak ada yang saya sengaja untuk menjadi seperti yang saya sebutkan tersebut, semua telah melengkapi saya dari 25 tahun yang lalu, dan saya hanya berusaha menjadi diri saya sendiri untuk berjalan menuju matahari yang saya pilih bagi hidup saya. saya memang terlalu pandai untuk melibatkan tawa saya di tengah-tengah kalian, menunjukan betapa saya selalu baik-baik saja karena saya selalu menggenggam kepercayaan yang kalian berikan kepada saya.
ya saya yang terlalu aneh menurut kalian jika menelepon rumah untuk minta jemputan ketika pulang larut malam hanya karena terlalu lelah lembur deadline pekerjaan dan sudah hampir tak sanggup mengendarai kendaraan milik saya sendiri; lalu menurut kalian itu hanya lelucon manja-manjaan belaka, tak pernah ada yang datang setelah 1 atau 2 jam saya menunggu. dan raut kecewa milik saya tak pernah menjadi soal penting bagi kalian ketika saya sampai rumah, saya telah terbiasa memilikinya tanpa harus mengumpat tanya atau mengumbarnya. saya hanya cukup menerima dengan menutup pintu kamar lalu pergi tertidur dengan mata terkatup dan sedikit basah pada bagian sudutnya.
saya yang terlalu wajar menurut kalian untuk berkata; lusa saya akan berlibur selama satu minggu di luar kota bersama teman saya, dan kalian lebih memilih sibuk membalik halaman depan ke halaman kedua sebuah koran lokal, kemudian membenarkan letak kacamata sembari sekali saja mengganggukan kepala tanda melepas sebuah ijin kepergian, daripada mendongakan kepala  untuk sekedar bertanya dengan siapa pergi ? teman kantor atau teman main atau teman dekat ? atau sekedar saja melihat betapa manisnya saya dengan rok yang saya kenakan lalu sekejap kemudian menyadari bahwa saya adalah seorang gadis, bukan perjaka macho penuh tato yang pantas kalian lepas begitu saja tanpa adanya omelan atau bombardir ribuan pertanyaan yang bisa membuat saya gusar dan bingung untuk menjawabnya. yaaahh.. saya selalu merasa maklum dan selalu terbiasa untuk tidak mendapatkan hal itu karena telah mendapat kepercayaan yang berlipat-lipat hingga saya merasa hebat dan hanya harus tersenyum dengan lebar dan manis lalu melangkah keluar rumah dengan perasaan aneh yang cukup harus membuat saya bersikap bijak; menahan supaya kaca-kaca bening tidak melesat keluar dari bola mata milik saya. ya saya terbiasa melakukan hal yang memberi  kekayaan akan rasa tawar pada segala ketidakhadiran suka di segala ruang  yang menjelma pelan-pelan sebagai penopang sebagian perjalanan saya, hingga kemudian terasa absurd dan terlalu lucu untuk sebuah tawa yang terbiasa menertawai hal yang kalian wajarkan selama bertahun-tahun lalu mendadak berubah menjadi tidak. jika saja saya bukan kepala batu mungkin akan terlihat adegan dramatis ketika saya merasa bahwa apa yang saya inginkan bertahun-tahun lalu tiba-tiba mendadak terjadi hari ini. maaf tapi batu dalam kepala saya terlalu kaku dan kuat mendekap diam yang menjadi pilihan menjawab perihal kewajaran yang kalian lemparkan kepada saya. dan kali ini saya tak berhak menjadi hebat ataupun menginginkan serapah yang mengukur surga atau neraka. saya hanya berada pada result di sebuah sistem yang kalian terapkan...

250612







Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Kamis, Juni 21

notes

Surat kepada yang telah tertidur


Barangkali aku sudah terlalu sering memberikan selembar surat yang di dalamnya berisi potongan sajak berdiksi lugas ataupun bermetafora lepas yang mungkin malah kau anggap absurd. 
Yang selalu pelan-pelan kau baca dengan mimik aneh yang membentuk raut lucu ketika kerutan pada alismu meninggi dan setelahnya engkau tak pernah berkelanjutan untuk segera menulis balasan kepada surat milikku tersebut. 
Di sampingmu aku memandangi dengan harus cukup sanggup menahan desis tawa yang kusimpan rapat-rapat disungging bibir yang telah kau hafal kebohongannya. 
Lalu kita saling berkata dalam senyum betapa kita telah saling mengenal ; Engkau yang tak mampu membohongiku dengan kepolosanmu dan kekhilafan yang selalu kau maklumi pada kedua mata sayu milikku. 
Saling mengalah dan kemudian saling menyalahkan, saling menyalahkan lalu kemudian saling membenarkan sebentuk permainan yang menjadi identitas bagi jiwa yang belum matang namun saling mendewasakan, saling melanjutkan, dan saling berpelukan untuk saling memberi arti dalam tatanan sebuah dogma di lingkaran abad kehidupan yang memiliki perangai dalam beberapa rupa musim. 
Kita selalu saja mengakhiri hari dengan kebaikan dan keburukan dengan skor satu sama untuk masing-masing
Dan seperti halnya sang hujan yang telah membaur dan melebur dengan kita yang terlalu suka dengan segala tentang basah yang kuyub. 
Yang terlalu mencintai keisengan untuk berburu apa saja tentang petualangan yang terkadang membuat kita pincang karena terjatuh dari sungai yang curam, ketika hujan begitu deras dan aku memaksa untuk terus menyeberanginya agar kita tidak terlambat menangkap pelangi atau menghindari petir yang terlalu galak bagi jantung lemahku yang tak sanggup untuk terus-menerus merasa terkejut akan berisik suara lantangnya. 
Terlalu hobi berlari kemana saja seperti sang angin yang begitu sederhana memiliki pilihan perihal pertanyaan atau jawaban yang tak akan pernah menjadi soal penting. 
: Serupa cemburu yang hanyalah perkara yang mirip dengan hilangnya senja di pelukan malam. 
Sebuah marah hanyalah tentang cubitan di pinggang atau jitakan yang mendarat mulus di kepala untuk menyelesaikannya. 
Atau perasaan sedih yang hanya butuh setangkup eskrim strawberry dan pundak gagahmu untuk menopang derasnya airmata yang diam-diam sembunyi di kelopak mataku, lalu engkau hanya tersenyum dan melepaskan sekumpulan jemarimu untuk mengusel di hidung mancung milikku lalu sebentar kemudian aku mengikuti senyummu dan menyembunyikan malu di di lapangnya dada hangatmu persis seperti anak kecil yang tidur pulas dibelahan payudara sang ibunda. 
Dan tertawa bahagia hanyalah dengan cukup bersyukur ketika melihat engkau kekenyangan menghabiskan serantang nasi jagung, bersayur urab kluban, dan lauk ikan gereh bakar, lalu sesaat kemudian jatuh terkulai tidur dengan senyum manis sempurna sembari memeluk betis milik kaki kecilku.



*kado buat ultah si 20102010



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Minggu, Mei 20

notes

kami tak lagi saling berbicara tentang bias yang kami pertanyakan di setiap inci detik yang terbiasa menyelinap diam-diam pada kepala dan dada yang tak saling berpelukan. 
rembulan yang melintas di ujung mata seperti menasbihkan tentang kilau yang tak sanggup tergenggam dengan jemari kami yang lelah beradaptasi dengan perahu tanpa dayung di belantara laut sana.
tak ada lagi yang kami simpan di batas ini, rindu telah menjadi cinta yang sekedar untuk kami baca, lalu kami pahami, kemudian tanpa airmata ataupun hela nafas berat, ia kami letakan di syair-syair sajak milik malam yang menjanjikan sebuah pagelaran alam.

200512



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Minggu, April 15

notes real

Perempuan itu


2007
Aku menyukainya dan berharap bisa mencintainya namun dia sedang berjodoh, jelas bukan denganku dan aku tak berhak merebut kebahagian yang tumbuh di matanya di setiap manis senyumannya. 
Bagiku Ia tidaklah harus kumiliki, karena dengan memandang dari kejauhan mengetahui ia tampak begitu bahagia maka dengan itu saja ia telah memberikan kebahagian bagi dadaku yang sedikit terbungkus getir yang tak perlu aku pikir.

Lalulintas bumi memberikan kami perpisahan tanpa kesan tanpa pesan. 

Yah… begitu saja tanpa suatu apa-apa. 


2010
Sama seperti kami berpisah mengikuti arus nasib tanpa pertanda apa-apa, kami pun bertemu kembali tanpa sengaja di salah satu belahan bumi yang memeluk kami. 

Seperti menemukan kepingan dada yang tertinggal di masa lampau, aku menemukan dan mengikutinya. Ia dengan mata berbeda yang tak lagi bisa kubaca dan tak berharap bisa membaca. Hanya saja ada keinginan untuk terus berada pada pijakan sama dan mengulurkan tangan untuk saling membagi apa yang telah kami tinggal ketika saling tak bertaut rupa di sepanjang enam musim ini. 

Kami melalukan perjalanan sekedar, diskusi yang melebar dari hal berawal huruf A sampai Z. 
Berbincang tentang teka-teki otak, hati,  hingga soal sampah.
Kami begitu terbuka untuk saling berbagi pundak, saling berbagi segelas air putih yang memberi rasa jernih bagi segala kerumitan hal yang tengah kami topang.
Tersebab kita berawal dari bukan apa-apa dan tak memiliki apa-apa hingga kita tak perlu menjadi siapa-siapa cukup sebagai diri kami masing-masing ; dia dan aku. 

Titik yang memberi nilai lebih ketika kami bercakap jujur tentang jalur bernasib kembar yang tak kita sangka. Kemudian kami sering saling bersorak kesal ; melepaskan lelah perihal cerita hati. Lalu ber-euforia rasa kepedihan tentang kesamaan perbedaan yang telah memberikan ruang sesak di dada milik kami masing-masing saat kini. Aku tak pernah menduga tentang hal ini. Kami sama-sama bersedih tapi kami tertawa karena tuhan meretaskan hal yang mirip pada kami yang sama-sama tengah mencari ujung jawab. 

Hingga perlahan namun pasti aku menyadari bahwa cerita tentang dirinya di masa lalu masih kumiliki dan tersimpan rapi. Aku memutuskan untuk meneruskannya dengan memilih jalan mengakhiri perbedaan yang mengikatku dan berusaha mengejar ia yang memiliki begitu banyak persamaan denganku, hanya dia yang mampu membacaku lebih dari lainnya.

Meraih kesempatan yang Tuhan tandakan dengan segala kebetulan yang harus kunalar, bahwa untuk kali ini aku tak boleh lagi kehilangan dia untuk kedua kalinya. sosok yang memberikan dengan cuma-cuma perasaan suka sejak pertama kali melihatnya dan memberi perasaan jatuh cinta yang tak berharap sia-sia saat menemukannya lagi dia di kesempatan kedua ini.

Bagaimana bisa ini semua terjadi ? Itu selalu entah. Jodoh adakah yang pernah tahu selain Sang Pencipta. Kami hanya berjalan ke masa yang berada di depan kami ; Bersama.



2012
Katanya : Hanya engkau orang yang bersedia aku ikut sertakan sebagai Alien, dan melengkapi ke-Alienanku didalam hidupmu yang telah memberi hidup padaku.

Aku : Hanya engkau yang mampu melengkapi aku sebagai Satu. Sebab  adalah engkau Setengahku.



limabelas april duaribuduabelas > J.A.R



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Sabtu, April 14

notes

seporsi misoa dan sepiring spaghetti

sudah berapa puluh lilin merah meleleh di ubun-ubun loncengmu ?  
berapa tart  basi yang kau kumpulkan sebagai hiasan kerangka tanah basah ? 
setelah semua tanggal di bilangan kalender dan desis doa  

kupikir kali ini tinggal memilih kecup basah waktu 
mungkin segelas air putih penjernih, sesloki wyne sebagai pemabuk lidah,  
secangkir teh sebagai pelegit, atau secangkir kopi sebagai pemekat ?  

ah tapi kulihat engkau masih mau menunggu sesuatu di sana 

di balik seporsi misoa dan sepiring spaghetti 
perihal entah panjang yang tersembunyi

ah..silakan saja menikmati.

14april2012

> kado untuk kedua kaka perempuan saya :) < 
love you my two dear sister :* 
 



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Minggu, April 1

notes

Ada getar yang bersabda di senyum yang ia cecapkan senja kala itu, stasiun dengan background keemasan menjemput dua kaki  kecilnya  dengan gerbong kereta paling tua.

Dua bola mata ini meletakan nestafa di punggung miliknya setiap kali beradu kedipan.
Dan jemari miliknya melesapkan panah-panah perpisahan yang memberi ngilu di pelukan yang ia tandakan pada tubuh lemah jemari ini.

Kubilang padanya untuk menitipkan rindu-rindu yang kelak ia pangkas kepada bulan sabit setiap kali bertandang di pagelaran kalender  yang menantikan musim.
Juga memintanya untuk membuang cinta yang kusam di birunya tubuh pantai yang kelak kan mengantarkanya ke hadapanku.

Di raut parangtritis aku memungut wajah, aroma, dan sisa-sisa perjalanan yang tak memberi  pertanda miliknya untuk kukirimkan pada dada pesakitan di bumi waktu milikku.

300312/ 02.36



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Jumat, Maret 30

notes

Bicara tentang rintik hujan dan alunan angin yang tengah bersenandung, kita tak pernah tepat.
Bicara tentang putik yang limbung di kelopak mawar putih sepertinya kita tak perlu mengejar kesimpulan karena kukira kita hanya berkumpul dengan imajinasi variatif yang sia-sia.
Percakapan titik demi titik telah mengabadikan sepenggal perjalanan senggang yang tak menarik apa-apa dari kita dan kupikir itu mungkin yang bertandang pada kepalamu.

Aku justru menemukan dunia aneh tempat di mana bunga melati dan kenanga berdansa saling meronce tubuh mereka dengan penuh tawa. Dan aku tak mampu masuk jauh lebih dalam matamu di mana dunia menarik yang ku ceritakan ini meruang. Entah bagaimana bisa berada pada harapan untuk melangkah jauh kesana dari pijakan ini. Bukankah sebelumnya kau hanya sebagai peminjam pundak yang berasal dari galaksi tak bernama, dan kita bertemu dalam kata-kata.

Aku terdiam dalam diam yang cukup ramping kusembunyikan dalam senyum, dan kau cukup pandai mengiris setiap debar dalam tebakan perihal danau angsa dan bintang limau yang sering kita retas dalam warna abu-abu. Kesesatan apakah yang menjalar dalam persinggungan kali ini, mungkin aku harus cukup baik hanya menamai kita sebagai pesinggah.

Kita hanya partikel hasrat yang membentuk rencana dan bersimbah entah, jadi kubiarkan ini redam dalam ribuan kata-kata yang kau baca sebagai aliran dermaga sajak saja.

300312/ 03:06

Published with Blogger-droid v2.0.4



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Senin, Maret 26

notes

sajak kosong

andai saja boleh, dua tangkup jemari yang berisikan doa ini kusinggahkan pada sampul notesmu yang terguncang oleh sebuah catatan luka oleh bidadari milikmu. maka aku tak perlu meringkuk di satu sudut yang tak kau ketahui untuk melafalkan penggalan sebuah nama, menggambar senja pada sebentuk punggung tegap, dan mengulirkan potongan-potongan bayang dalam kelenjar imaji lalu mengistarahkannya dengan damai pada sebuah sajak tanpa judul.

andai saja meneriakan rindu di sepetak ruang kosong bisa sesederhana menemukan jejakmu di dinding putih yang telah terhuni bisu yang nyalang. aku tak perlu menemukan detik yang tertumbuhi pedih yang rimbun dan mengering, juga memunguti harapan yang telah patah dalam ranting-ranting yang menua dan tersungkur oleh nasib. jika saja membuang rautmu pada setumpuk album di dada semudah membakar ribuan sajak yang tertulis lepas pada kertas buram milikku di tungku peradaban

aku tak perlu mengumpulkan kata-kata dalam sajak ini dan menunggu engkau menerima pesan terakhir perjalanan kata-kata dari nya.


ki-260312



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Jumat, Maret 23

notes

what a coinsidence ?


aku tak pernah tahu bagaimana hujan dan angin bertemu, saling sapa lalu menjelma badai dalam satu kedipan mata kemudian berakhir dalam puing tak konsisten.
yahhh..aku tak pernah tahu hingga semua terjadi dan akhirnya aku di buat mengerti bahwa mereka akan selalu berada pada titik takdir telah menyiratkan mereka bersama di sana sebagai apa.
juga tentang gunung merapi yang terlalu tua untuk menyimpan gejolak apinya sendiri hingga kemudian ia memutuskan untuk berbagi dengan bumi yang setia menemaninya.



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
 
Powered by Blogger